Boing Tuding Ketua DPW Partai Aceh Bireuen Penghancur Mualem


author photo

18 Feb 2017 - 18:59 WIB


BIREUEN --- Mantan panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah III yang juga mantan Ketua Partai Aceh (PA) Peusangan, Jufri alias Boing, mengutuk keras  sikap dan pernyataan mantan Panglima TNA wilayah Batee Iliek yang juga Ketua KPA dan PA Bireuen, yang mengakui kekalahan Pasangan Calon (Paslon) PA  dan beralih mendukung kemenangan Paslon yang diusung partai Golkar, H Saifannur-Muzakar A Gani (Fakar).

"Kami jajaran mantan KPA wilayah batee Iliek, sangat menyesalkan dan mengutuk keras sikap ketua PA Bireuen, yang mengakui kalah dalam Pilkada serta mendukung Paslon Fakar yang masih bermasalah, karena diduga main politik uang," kata Boing kepada wartawan, Sabtu 18 Februari 2017.

Selain itu, lanjut Boing, dengan sikap serta pernyatan menerima kalah serta langsung mendukung kemenangan Fakar, semakin terbaca kedok ketua KPA tersebut yang selama ini diduga dirinyalah sengaja memisahkan 'mengobok' PA dengan cara memisahkan H Ruslan M Daud  dari partai lokal tersebut dan juga membatalkan pecalonan H Ruslan-Efendi yang pernah direstui Ketua KPA/PA Muzakkir Manaf di Banda Aceh, lalu mencalonkan H Khalili yang awalnya diakui tidak kenal dan akhirnya kalah dalam Pemilukada yang dilaksanakan baru-baru ini.

Sedang dirinya dengan sejumlah mantan kombatan dari empat daerah memilih mendukung calon yang pernah dicalon PA dan juga ada restui Mualem, yakni, Ruslan-Efendi. Namun dalam perjalanan karena oknum ketua PA membatalkan sepihak alias tidak melalui musyawarah dengan para pengurus PA, H Ruslan-pun memilih calon wakilnya yang ditunjuk ulama, yakni Tgk Djamaluddin lalu disingkat dengan kata Harus Jadi, lalu maju melalui jalur independen,
 
Demikian dirinya dan tiga ketua KPA/PA lainnya yang mendukung paslon Harus Jadi juga diberhentikan secara sepihak, lalu menggantikan dengan yang lain. "Kami ini sebenarnya masih ketua KPA/PA kecamatan, namun dipecat sepihak oleh oknum ketua KPA yang juga diduga sekongkol oknum Sekjen baru menggantikan Muzakkir Zulkifli yang juga mendukung Harus Jadi. Sehingga saat itu diisukan kami dipecat, karena terpengaruh dengan argumen oknum Sekjen partai.

"Intinya oknum keteua KPA/PA oknum Sekjen-lah yang telah menghancurkan PA Bireuen, sehingga ikut anjlok suara untuk Mualem dan kalahnya paslon yang didukung PA " tegas Boing.

Kini, kata Boing, oknum Ketua dan Sekjen PA Bireuen itu,  pada saat Mualem sedang 'apoh-apah' menunggu hasil Pemilukada dan sidang pleno hasil Pemilukada, namun oknum ketua PA Bireuen tersebut kembali berulah dan mengeluarkan pernyataan yang sangat terluka bagi para pengurus PA yang sekarang dan mantan KPA serta yang diberhentikan sepihak olehnya beberapa waktu lalu. Sangki mengaku kalah dan mendukung Paslon Fakar.

"Sekarang terkuak sudah siapa yang sebenarnya penghancur dan pengkhianat PA Bireuen, apakah kami apa dia, sehingga berpengaruh kepada suara masyarakat Bireuen untuk Mualem, karena yang saya tahu oknum ketua PA itu juga yang melarang bergabungnya sejumlah timses kandidat bupati selain PA kepada Pendukung Muzakir Manaf, sehingga suara untuk Mualem anjlok di Bireuen ini," ketus Boing.

Oleh karena itu, lanjut Boing lagi, pihaknya mengharapkan kepada Mualem untuk melihat kasus yang terjadi dalam PA Bireuen, sehingga terungkap kebenaran.

"Kami masih tetap cinta PA, karena kami termasuk mantan kombatan  yang ikut berjuang dulu, bukan oknum ketua PA Bireuen itu saja yang menenteng senjata dulu saat konflik, namun kami juga ikut berperang, itulah yang sedih kami pada saat Mualem sedang sibuk menunggu hasil suara masuk, malahan oknum ketua PA Bireuen, memberi pernyatan mendukung H Saifannur dan menerima kekalahan PA, sangat pedih dan sakit sekali cara oknum ketua PA, dan dilakukannya dengan secara terang-terangan, seolah-olah PA itu miliknya sendiri, padahal PA lahir dari perjuangan milik seluruh masyarakat Aceh," pungkas Boing geram. [M.S]

KOMENTAR