Pangdam IM Buka Opster TNI Tahun 2017


author photo

29 Jun 2017 - 18:22 WIB


Aceh Utara - Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jendral TNI Moch Fachrudin S. Sos membuka giat Operasi Teritorial Tahun 2017 di lapangan bola kaki Keude Simpang  Keuramat Kecamatan Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara, Kamis (29/6/17).

Operasi Teritorial tahun 2017 ini merupakan  tanggung jawab TNI dalam melaksanakan amanat  UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI khususnya dalam Operasi Militer Selain Perang membantu pemerintah daerah, dimana Opster merupakan komitmen dan wujud kepedulian TNI beserta jajarannya, untuk membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat guna mempererat Kebhinekatunggalikaan, serta rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Momentum kegiatan Opster TNI yang digelar ini diarahkan pada prioritas sasaran utama yaitu rehab/perbaikan jembatan dengan panjang 25 meter di Desa Pucuk Alue Kecamatan Tanah Jambo Aye, pembukaan jalan sepanjang 3 kilometer di Desa Lhok Dreun Kecamatan Sawang dan Rehab saluran irigasi sepanjang 100 meter, serta pengecatan meunasah dan pembersihan saluran air di 7 desa. Sedangkan sasaran non fisik akan dilaksanakan kegiatan sosialisasi werving, narkoba, penyuluhan wawasan kebangsaan, pertanian, perkebunan, bhineka tunggal ika, hukum, pembinaan mental, pemberian sarana kontak berupa sound system mesjid di 5 desa, serta bhakti sosial dan lain-lain.

Pangdam dalam amanatnya menyampaikan, pada situasi seperti sekarang ini, dimana lingkungan kita masih sangat membutuhkan kepedulian sosial, maka kita senantiasa dituntut untuk dapat memberikan aksi nyata bagi kepentingan masyarakat.

"Opster TNI yang akan dilaksanakan ini diharapkan dapat merubah emosi, sikap, tingkah laku, opini, motivasi masyarakat, sehingga terbentuk kepribadian yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, memiliki wawasan kebangsaan dan karakter berbangsa, serta tidak mudah terprovokasi dengan pengaruh negatif yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," harap Pangdam.

Turut hadir Danrem 011, para Asisten, Kabalak, para Dansat jajaran Korem 011, Bupati Aceh Utara dan Walikota Lhokseumawe beserta unsur Forkopimda,  para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, dan seluruh komponen masyarakat Aceh Utara. []

KOMENTAR