TK Kartika XIV - 3 Lhokseumawe Tebalkan Iman dan Taqwa Para Murid melalui Manasik Haji


author photo

26 Agt 2017 - 16:28 WIB


LHOKSEUMAWE --- Guna menanamkan sifat religius islami pada anak usia dini dan untuk memberikan pemahaman dalam menjalankan rukun Islam yang ke lima yaitu Ibadah Haji, maka TK Kartika XIV-3 menggelar Manasik Haji yang diikuti 200 siswa-siswinya, yang dilaksanakan di Lapangan Jenderal Sudirman Kota Lhokseumawe, Sabtu (26/8). 

Ibadah Haji adalah cita-cita bagi setiap muslim,  sama dengan ibadah lain, ibadah haji juga memiliki syarat tersendiri. 

Para murid TK Kartika XIV -3 mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias dan gembira, bagi anak laki-laki menggunakan pakaian Ihram, sehelai kain putih yang dililitkan pada badan dan bahu saja, layaknya jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah Haji di Mekkah. Begitupun anak-anak perempuan, semuanya memakai gamis dan kerudung serba putih.

Selanjutnya, berbagai peragaan yang dilakukan, mulai dari menirukan  tawaf dengan cara mengelilingi replika Ka'bah sebanyak tujuh kali, kemudian melakukan Wukuf hingga Tahalul.

Proses manasik Haji ini seperti bermain bagi anak-anak, Mereka menikmati setiap proses praktek manasik yang dibuat semirip mungkin dengan praktek manasik orang dewasa. 

Manasik Haji ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh TK Kartika XIV-3, dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT dengan meneladani Rasul-Nya serta mempertebal Iman dan Taqwa bagi anak-anak TK Kartika XIV-3.

Selain itu, Harapan Yayasan dan semua dewan guru TK Kartika XIV-3  kepada para siswa, dapat menumbuh kembangkan kerinduan dan tekad yang kuat untuk melaksanakan Ibadah Haji setelah  tahu dan memahaminya.

Ketua Yayasan TK Kartika XIV-3 Ny. Agus Firman Yusmono mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pembelajaran terhadap anak usia dini, tentang tata cara melaksanakan kegiatan Ibadah Haji yang benar saat berada di tanah suci nanti, menanamkan sifat religius islami pada anak usia dini dan menjalankan rukun islam yang ke lima dan juga sebagai salah satu pendidikan revolusi mental.

"Kita berharap nantinya, kalau anak-anak kita sudah besar, mereka bisa mengerti bagaimana cara melaksanakan rukun haji yang benar, kemudian kita dengan kegiatan ini, kita tidak hanya memberikan ilmu keagamaan berdasarkan teori saja tapi juga dengan prakteknya," Jelas Ketua Yayasan.

KOMENTAR