Pesan Rusyidi Untuk PPA Bireuen, Munir Adalah Pejuang HAM


author photo

8 Sep 2017 - 00:17 WIB


BIREUEN --- Pesan Rusyidi Mukhtar S. Sos selaku Ketua Fraksi PA DPRK Bireuen kepada Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Pemuda Partai Aceh (PPA) Bireuen untuk lebih mendalam lagi menggali potensi sejarah pelanggaran HAM di Aceh di masa yang lalu.

Hal ini disampaikan pada acara diskusi publik, "Ingatan Aceh Untuk Munir" dalam tema 13 tahun dibunuhnya munir, yang digelar di Cafe StarBlack lantai 2, Kamis 7 September 2017.

Ketua Fraksi PA DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar S.sos yang sering disapa Ceulangiek mengatakan, Munir adalah pejuang Hak Azasi Manusia (HAM) terutama mengenai Kekerasan HAM di Aceh.

"Munir boleh saja kuliah tetapi ia lagi membawa kertas-kertas kasus HAM ke dunia Internasional, Munir sangat berjasa terhadap pembebasan Almarhum Ishak Daud, dimasa yang lalu," ujarnya.

Lanjut Ceulangiek, Pemuda Partai Aceh (PPA) Bireuen untuk lebih mendalam lagi menggali sejarah Aceh dan sejarah Pelanggaran HAM di Aceh umumnya Indonesia. Pelanggaran di Aceh dan Indonosia bukanlah Munir saja tapi masih banyak pelanggaran pelanggaran lain yang harus diketahui.

Pada kesempatan itu, Mukhsal Zainal menyinggung tentang peristiwa hilangnya sosok Tokoh Aceh Tgk Jafar Sidiq di masa lalu yang pernah dikabarkan hilang tanpa diketahui jejak hingga kini, padahal itu sangat penting dicatat sebagai sejarah jejak Tgk Jafar Sidiq, mengingat jejak sosok tokoh Pejuang Aceh itu yang sangat andal memperjuangkan Aceh Merdeka di masa yang lalu.

Sementar itu Andre Wijaya selaku Moderator Acara dalam pembukaannya menyatakan, sebagai Pemuda Aceh kita wajib tahu tentang sosok Munir Said Thalib. "Jika kita lupa terhadap perjuangan dan jasa jasa Munir untuk Aceh pasca Komfik dan Daerah Operasi Militer (DOM) sama juga seperti kita telah mengubur sejarah sejarah penting untuk generasi bangsa Aceh," katanya.

Disamping itu, Azmi Abu Bakar mantan Aktivis 98 Jakarta selaku pemateri dalam acara tersebut menerangkan, sosok munir membuat semua aktivis di Aceh semakin bersinergi dan percaya diri.

"Peran Munir untuk Aceh sangatlah besar, kehadirannya di Aceh memberikan rasa nyaman bagi aktivitas Masyarakat Aceh," tambahnya. (MS) 
KOMENTAR