Pusmeptan Unsyiah Gelar Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat LEISA


author photo

10 Sep 2017 - 15:42 WIB


BANDA ACEH --- Pusat Studi Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian (Pusmeptan) Unsyiah Aceh menggelar Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Berbasis LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture), berlangsung di gedung serbaguna fakultas pertanian unsyiah, Minggu (10/09/2017).

Pertemuan seminar pada hari ini juga dihadiri peserta sebanyak 200 orang terdiru dari perwakilan instansi Pemerintah Daerah Aceh, Perguruan Tinggi, LSM dan kalangan mahasiswa.

Adapun agenda, juga turut berlangsungnya kerjasama antara PUSMEPTAN dengan Program Studi Teknik Pertanian Unsyiah dan CSR Pertamina EP Asset I Field Rantau.

Wakil Rektor I Unsyiah Bidang Akademik Dr. Hijir didampingi Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah Dr. Agussabti saat melangsungkan pembukaan sekaligus dalam sambutan menyampaikan, kegiatan ini guna menghimpun konsep pemikiran, hasil riset dan hasil kegiatan para pemerhati, praktisi, dan akademisi berkaitan program-program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian yang meliputi sub sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan ekonomi kreatif hasil pertanian.

"Hal ini menjadi penting karena pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya strategis dalam pengentasan kemiskinan," ungkapnya.

Pertamina EP khususnya di lapangan Rantau, pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan tersebut diimplementasikan melalui pembentukan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) yang didirikan sejak tahun 2012, dengan tujuan yaitu menciptakan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan, menciptakan ecopreneur dan mendorong pengembangan inovasi masyarakat.

Oleh sebab itu, sebagaimana diketahui bahwa selama ini sektor pertanian selalu disebut-sebut sebagai lumbung kemiskinan dan mayoritas penduduk Indonesia adalah petani, maka pemberdayaan masyarakat tani menjadi bagian terpenting dalam upaya mengentaskan kemiskinan tersebut, katanya Wakil Rektor I Unsyiah Bidang Akademik.

Sementara itu, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc selaku panitia pelaksana menjelaskan, LEISA merupakan penerapan konsep pertanian berkelanjutan dengan input luar yang rendah yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang layak secara ekonomis, mantap secara ekologis, adil secara sosial dan sesuai dengan budaya. 

"Konsep pertanian masa depan ini sangat cocok diterapkan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia karena negara kita memiliki kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alam, serta konsep ini memadukan konsep agro-ekologi dengan pengetahuan dan praktek pertanian masyarakat setempat," imbuhnya.

Yasar mengatakan, pertemuan seminar ini termasuk ajang sharing ide dan pengalaman tentang program pemberdayaan masyarakat melalui penerapan konsep LEISA. 

"Terdapat 30 makalah yang diterima dan dibukukan yaitu, enam diantaranya lanjut dipresentasi secara panel antaranya, Dr. Mustafril, M.Si selaku Forum Pala Aceh, AKN Abdya Dr. Muhibbuddin, M.Eng AKN Abdya, Unsyiah Prof. Ali Sarong, Sri Handayani, Mahendra UTU-Meulaboh dan diskusi panel juga dipandu oleh Diswandi Nurba, STP., M.Si Dosen Teknik Pertanian Unsyiah.

Seminar dihadiri pembicara utama yaitu, keynote speaker oleh Dedi Zikrian S CSR Pertamina EP, Prof. Dr. Ir. Yuswar Yunus, MP Kepala PUSMEPTAN Unsyiah dan Dedi Wasdiman, SP mewakili Kadistanbun Aceh dan diskusi dimulai oleh moderator Dr. Ir. Syahrul, M.Sc Dosen Teknik Pertanian Unsyiah. (Pew-Ulan)

KOMENTAR