Gedung SD Negeri UPT III Terancam Roboh


author photo

22 Des 2017 - 23:19 WIB


NET ATJEH, ACEH TIMUR --- Warga Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, menuding  Dinas Pendidikan Aceh Timur buta, pasalnya gedung sekolah dasar SD Negeri UPT III, mengalami keretakan pada bagian dinding beton dan lantai sepanjang 20 meter, ini terjadi sejak lima tahun silam, akibatnya 3 dari 6 ruangan tidak bisa di gunakan.
"Hingga saat ini dinas pendidikan Aceh Timur tidak menanggapi permohonan yang diajukan beberapa kali oleh pihak perangkat Desa setempat yang merupakan komite sekolah, untuk biaya rehab gedung, tak kunjung terealisasi" ungkap Abdul Mu'in, Jum'at 22 Desember 2017.
Ironisnya kata Mu'in, bukan hanya 3 gedung yang retak, seluruh mobiller beserta pasilitas lain juga rusak, bahkan gedung sekolah itu terlihat kumuh bagai tak berpenghuni.

"Jika keretakkan dinding dan lantai di 3 ruangan akibat tanah pondasi turun karena faktor  alam, jika mobiller yang rusak karena sudah tua dan lapuk," ungkapnya.

Terkait kerusakan ini, masyarakat meminta dinas pendidikan aceh timur, secepatnya merealisasiikan anggaran yang cukup, agar seluruh fisik gedung, rumah guru, mobiller dan fasilitas lain dapat direhab.

"Jika kondisi ini dibiarkan, sekolah dasar ini terancam tutup, terus anak-anak kami harus sekolah dimana," ujar Mu'in.
Kata Mu'in, siswa yang menempuh pendidikan di sekolah dasar itu merupakan anak-anak setempat yang jumlahnya mencapai 74 orang, kendatipun demikian  aktivitas belajar masih tetap berlangsung menggunakan pasilitas seadanya.

"jika anak anak menempuh diluar sangat jauh jarak tempuh maka dari itu kita meminta secepatnya di tanggapi," imbuh Mu'in.
Sementara itu Agus, kepala bidang pendidikan dasar (Kabid Dikdas) saat dihubungi via handpond dihari yang sama mengatakan, dia meminta pihak Desa mengajukan kembali permohonan tertulis pada dinas pendidikan setempat.
"Insya ALLAH kita upayakan, secepatnya, maka dari itu pihak desa dapat mengajukan kembali permohonan agar kami teruskan pada dinas pendidikan provinsi, jika ada anggran perubahan dapat direalisasikan pada 2018, jika tidak ada dapat terealisasi pada 2019, intinya kita sikapi," tandas Agus. (Ardi/Basri).          
KOMENTAR