Ketua FPII Aceh : Tangkap Penghina dan Pengancam Wartawan di Bireuen


author photo

12 Des 2017 - 20:44 WIB


NET ATJEH, BANDA ACEH -- Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh, Ronny, meminta pihak kepolisian memproses secara hukum mantan kepala desa Suwak Kecamatan Peusangan Selatan Bireuen, yang melecehkan dan mengancam jurnalis di kabupaten Bireuen.

"Pelecehan dan pengancaman seperti itu harus diproses secara hukum, apalagi terhadap wartawan, agar tidak menular," lagi kata Ronny kepada Media Net Atjeh, Selasa 12 Desember 2017.

Dia sangat menyesalkan semakin hari semakin banyak terjadi aksi pelecehan, pengancaman dan tindak kekerasan terhadap jurnalis di Aceh dan di Kabupaten Bireuen. 

"Akhir - akhir ini, hal - hal tidak menyenangkan terus terjadi dan dialami para jurnalis di Aceh Bireuen, padahal mereka bekerja demi kepentingan publik, mereka jika tidak akan bongkar kasus kalau bukan karena ada yang dirugikan atau hal lainnya, terlebih menyangkut dengan uang rakyat," ujar Ronny.

Dia berharap semua pihak memahami tanggungjawab seorang jurnalis menyuplai informasi bagi kepentingan umum.

"Wartawan bekerja itu demi kepentingan orang banyak, dia terkadang menghadang bahaya demi terungkapnya kebenaran dan keadilan, mereka juga pahlawan bagi rakyat, jadi jangan dizalimi para Jurnalis," ungkap Ronny.

Ronny, Putera Idi Rayeuk itu juga berharap, aparat keamanan dan semua pihak mendukung penuh kerja - kerja jurnalis di Aceh dan Bireuen, dengan berbagai cara demi tegaknya kebenaran dan keadilan di Negara ini.

"Sejauh ini aparat keamanan kita perhatikan sudah lumayan bagus menghargai wartawan, hanya kita minta perhatian lebih agar kasus kejahatan terhadap Pers ditindaklanjuti lebih baik lagi, demikian pula aparat birokrasi agar bekerjasama mendukung kerja jurnalis," tegasnya.

Diakhir pernyataannya, putera Aceh Timur itu menghimbau agar rekan - rekannya sesama jurnalis lebih berhati - hati dan menjaga sikap dalam bertugas serta mematuhi kode etik dan menghargai hak orang lain.

"Rakan - rakan kita harap utamakan keamanan dan keselamatannya dalam bertugas, jangan asal masuk menghadang bahaya. Kita juga harus selalu menjaga etika agar narasumber atau pihak lain tidak tersinggung dengan sikap kita yang mengakibatkan mereka bertindak melanggar hukum. Cuma jangan sungkan dan takut - takut juga membongkar Kasus kejahatan yang merugikan Rakyat Aceh," tutup Ronny. (MS)

KOMENTAR