Ketua Pesawat Minta Berkas Pemukulan Wartawan Segera Dilimpahkan


author photo

18 Des 2017 - 20:21 WIB


NET ATJEH, ACEH TIMUR --- Ketua Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) Ismail Abda, meminta Kapolres Aceh Timur dan Kapolda Aceh mengevaluasi kinerja Kapolsek Julok dan jajarannya. 

Permintaan tersebut dilontarkan wartawan senior ini terkait lambannya Penanganan kasus Kekerasan terhadap wartawan di Aceh Timur yang ditangani oleh polsek tersebut.
Menurut Ismail Abda, selain pelaku masih bebas berkeliaran, berkasnya hingga saat ini belum dilimpahkan ke Kejari setempat, padahal kasusnya sudah berjalan dua pekan. 

"Saya meminta Kapolres dan Kapolda Aceh mengevaluasi kinerja kapolsek, ini kasus kriminal murni yang tidak membutuhkan saksi ahli," kata Ismail, Senin 18 Desember 2017.

Ditambahkan Ismail, dalam penanganan kasus ini terindikasi kapolseknya melindungi pelaku dengan tidak melakukan penahanan, sehingga pelaku bebas berkeliaran.

Seperti di ketahui, kasus kekerasan terhadap wartawan di alami oleh Hasballah Kadimin wartawan media Aceh Dayli di Gampong Ule Blang, Kacamatan Julok, pada Sabtu  9 desember 2017 lalu.

Akibatnya, sepeda  motor  dan Kemera  laptop serta barang-barang milik korban  rusak  berat dipukul pelaku dengan sepotong kayu yang telah disiapkan sebelumnya.

Adapun kronologis kejadian versi korban, saat  itu  pukul  12.00 wib, dirinya hendak  meliput  berita sambil berkunjung ke rumah Tarmizi salah satu warga  di Gampong  Ule Blang.

Pada saat itu korban sedang  duduk  bersama  sejumlah  warga  di sebuah rangkang di halaman rumah Tarmizi.

Tiba-tiba pelaku yang bernama Yusran (30), warga setempat menyerang  korban  memgunakan balok. Karena panik korban pun langsung lari menyelematkan diri.

Sedangkan barang-barang milik korban seperti kamera, sepeda motor, laptop, dan fasilitas meliput lainnya tertinggal di tempat kejadian. Aksi korban pun menjadi-jadi dengan merusak seluruh barang dan fasilitas milik korban.

Menurut pengakuan korban, dirinya tidak mengetahui kenapa pelaku tiba-tiba menyerang dan merusak barang miliknya. Padahal dia ke desa Ule Blang hanya meliput berita.

"Saya tidak tahu persoalan kenapa si Musran ingin memukul saya," kata Hasballah saat membuat laporan di Posek Julok kala itu. (Basri )

KOMENTAR