PAFI Aceh Adakan Seminar Tenaga Teknis Kefarmasian


author photo

23 Des 2017 - 22:18 WIB


ATJEH NET, BANDA ACEH --- Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Aceh adakan Seminar Kefarmasian se-Aceh dalam rangka pengembangan dan pembangunan sinergisme TTK dengan program kesehatan pemerintah Aceh, berlangsung di Grand Aceh Syariah Hotel, Sabtu (23/12/2017).

Ketua I PAFI Pusat, Budi Janu Purwanto SH MH sebagai pemateri membahas, sertifikasi ketenaga teknik kefarmasian dan perlindungan hukum saat melakukan praktek sehingga membantu apoteker dengan seminar ini diberi masukkan agar adanya kesiapan menghadapi persyaratan sertifikat kompetisi yang sudah kadar luarsa karena berlaku hanya 5 tahun.

"Persatuan Ahli Farmasi Indonesia juga berupaya mengambil peranan dalam pengembangan serta pembangunan dunia kefarmasian baik secara regional maupun nasional, karena setiap provinsi di Indonesia memiliki Pengurus Daerah yang  menghimpun Tenaga Teknis Kefarmasian," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PASI) Aceh, Azhari Safrizal menyampaikan, perlu pengawasan yang menyeluruh oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) untuk menjamin mutu dan kualitas pelayanan kefarmasian.

"Bagi masyarakat Aceh kesehatan merupakan anugerah dari Allah dan hak asasi manusia yang harus dipenuhi agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya," katanya.

Sebagaimana programnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf M Sc menempatkan program JKA sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia di Provinsi Aceh.

Azhari jelasnya, JKA Plus merupakan singkatan dari Jaminan Kesejahteraan Aceh Plus yang meliputi pemenuhan akses layanan kesehatan gratis yang lebih mudah, berkualitas dan TTK akan menyukseskan program ini dengan melaksanakan praktik kefarmasian yg profesional untk mencegah terjadinya hal2 yg tidak kita inginkan trjadi di kehidupan sehari2 dalam pelayanan kefarmasian seperti obat palsu, obat yg sdh kedaluwarsa dan lain sbgainya.

Namun, Sangat disadari bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya bisa diperoleh secara formal di bangku kuliah saja, tetapi juga bisa diperoleh secara informal seperti seminar ini guna terakomodirnya dalam memberikan pengembangan pelayanan farmasi agar lebih profesional kedepannya di Aceh.

Azhari juga berharap, peserta yang diikuti sebanyak 390 orang  kedepannya dapat memberikan pelayanannya yang terbaik kepada pasien pada wilayah kerja daerahnya masing-masing. (Ulan)

KOMENTAR