Sektor Ini Jadi Fokus RPJM 2017-2022 Aceh Singkil


author photo

15 Des 2017 - 20:34 WIB


NET ATJEH, SINGKIL --- Melalui musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Aceh Singkil tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akan memprioritaskan program pembangunan di tiga Zona Sumber Daya Alam (SDM) Daerah. 

Selain itu, arah pembangunan Pemkab Aceh Singkil juga akan diselenggarakan dengan Visi-Misi arah pembangunan Daerah dan Visi-Misi arah pembangunan Pemerintah Aceh, melalui RPJM Tahun 2017-2022.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Azmi Ketika membuka kegiatan Musrembang RPJM 2017-2022 di Aula Kantor Bapedda, Jum'at (15/12/2017), mengatakan, untuk program rencana pembangunan menengah, RPJM telah disusun untuk prioritas pengembangan dan peningkatan beberapa sektor Sumber Daya Alam Aceh Singkil.

Meliputi Sektor Perikanan dan Pariwisata yang merupakan potensi unggulan Aceh Singkil. Mencakup Kecamatan Singkil, Singkil Singkil Utara, Kuala Baru, Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat.

Kemudian Sektor Perdagangan yang akan menjadi fokus pengembangan di Wilayah Kecamatan Gunung Meriah dan Simpang Kanan. Selanjutnya, Pertanian dan Perkebunan yang tersebar di Kecamatan Singkohor, Kuta Baharu, Danau Paris dan Suro.

"Khusus Sektor Perikanan dan Pariwisata di Aceh Singkil memiliki potensi dan peluang yang sama dengan daerah lain. Namun belum berdampak signifikan terhadap kemajuan Aceh Singkil." Kata Azmi.

Azmi berharap, melalui Musrembang RPJM ini bisa menjadi peluang emas untuk pengembangan daerah yang terstruktur, sinergi dari berbagai lintas sektor agar memiliki dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. 

Ianya juga menyebutkan perlunya peningkatan pencapaian terhadap pelayanan kesehatan yang masih belum merata. Termasuk dibidang pendidikan yang masih perlu melakukan pemerataan guru diberbagai daerah, mutu dan kualitas pendidikannya.

Lebih lanjut, Azmi juga mengingatkan, jangan sampai ada program yang tertinggal dan tidak masuk dalam Musrembang, karena dapat jadi pemicu permasalahan di kemudian hari.

Kepala Bappeda Aceh Singkil Junaidi dalam laporannya menyampaikan, target penyelesaian RPJM Kabupaten paling lambat lima bulan terhitung Agustus 2017.

"Rancangan penyusunan RPJM sesuai dengan Permendagri No. 54 tahun 2010," ujarya. (BM)

KOMENTAR