Si Miskin Mualaf Terlantar di Tengah Kota Idi Rayeuk


author photo

26 Des 2017 - 10:31 WIB


NET ATJEH, ACEH TIMUR --- Jeritan tangisan Rakyat Kaum Duafa, ditangah tengah Kota Idi Rayeuk Aceh Timur menjadi perhatian serius dari masyarakat publik, ini sangat aneh dimana mata hati Pemerintah Aceh Timur, padahal setiap tahun selalu mealokasikan anggaran untuk kaum duafa, ini sangat menjadi aneh dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Selasa (26 Desember 2017).

Hai tersebut dikatakan Mariam (70) warga Dusun Blang Me, Gampong Seuneubok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, menangis saat mengisahkan pahitnya kemiskinan yang menderanya bersama sang suami, Abdul Hamid (70) seorang mualaf yang bekerja serabutan di kampung itu.

"Ya beginilah keadaannya, udah nggak tau mau bilang apalagi, mau minta tolong pun sama siapa," keluh Mariam (Bi' Yem) mengungkapkan kesedihannya sambil mengusap tetesan air mata di wajah rentanya itu.

Sambil terisak didampingi suaminya, dia terus menceritakan kondisi perekonomian keluarganya yang sangat memprihatinkan.

"Bapak ini umur segini, kadang ada dapat uang tapi terkadang juga tidak ada,ya bergantung kalau ada disuruh -suruh orang, kalau ada kami makan kalau nggak ya udah," ujarnya.

Mariam mengatakan tak henti mengisahkan kepahitan hidupnya berdua sang suami dihimpit derita kemiskinan. Sedangkan dua anaknya tinggal di Medan dengan kondisi yang juga pas-pasan.

 
"Anak kami dua, mereka  tinggal di Medan. Ya pas-pasan juga, lebaran baru pulang, cukup buat menghidupi diri mereka sendiri  saja kami sudah syukur, nggak pernah kami minta -minta," kata Abdul Hamid (Wak Ngui).

Mariam dan suaminya mengaku pernah didata petugas terkait urusan rehab rumah tidak layak huni, namun hingga kini belum ada kejelasannya.

"Pernah didata tapi nggak tau sampai sekarang gimana, kalau bantuan lain seperti raskin ada, ya kalau ada kan kita bilang ada ya, tapi ya cuma itu, ini kami tidur dalam hujan karena bocor, harus tampung pakai kaleng," ungkapnya lagi.

Ibu renta itu didampingi suaminya berharap pemerintah Aceh Timur  memperhatikan nasib mereka yang memprihatinkan tersebut.

"Pemerintah pasti lebih tahu apa yang harus dilakukan terhadap kami ini, apalagi ini suami saya mualaf, kurang perhatian," kata Mariam dalam kedukaan didampingi suaminya yang kehabisan kata-kata mengungkapkan kepiluannya itu. (ony)
KOMENTAR