Demo Manuver Sea Memperingati Hari Dharma Samudera 2018


author photo

15 Jan 2018 - 18:27 WIB


NET ATJEH, SIMEULUE --- Memperingati Hari Dharma Samudera Samudera tahun 2018, dilaksanakan Upacara Tabur Bunga serta Demo Manuver Sea Rider TNI AL diperairan Teluk Sinabang Kabupaten Simeulue diatas KAL Sinabang II.1-62, Senin (15/01).

Dalam hal bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Lanal Simeulue Letkol Mar Idha Mohammad Basri,SE, Perwira Upacara Letda Laut (P) Purwo Edi Santoso, Komandan Upacara Dankal Sinabang Kapten Laut (P) Adi Yudha Nugraha, ST, dan Pembaca Naskah Sejarah Pertemputan Laut Lettu Laut (P) Drg. Denny Nirbiyanto.

Lettu Laut (P) Drg. Denny Nirbiyanto dalam hal itu menyampaikan kilas balik sejarah pertempuran laut aru yang terjadi pada 15 Januari 1962 yang lalu. "Tiga kapal cepat RI Matjan Tutul, Matjan Kumbang dan Harimau sedang melakukan patroli rutin tepat berada diposisi 04° sampai 09 LS dan 135° sampai 02 BT dengan Haluan 239 telah dikelilingi dua pesawat terbang jenis Neptune dan Firefly milik Belanda," terangnya.

"Pada radar kapal didapati gema adanya dua kapal bergerak dan diketahui kapal tersebut jenis Destroyer dan saat itu musuh melepaskan tembakan disudul dijatuhkan peluru suar oleh pesawat terbang milik Belanda," ucapnya.

Kemudian komodor Yos Sudarso saat itu berada di RI Macan Tutul dan mengambil oper pimpinan dan memerintahkan serangan tembakan balasan dan mengadakan manuver perlawanan, sehingga termbakan terpusat ke RI Macan Tutul yang didalamnya Komodor Yos Sudarso, Kapten Memet Sastradiwirya dan Kapten Wiratno serta dua puluh awak kapal RI Macan Tutul, sedangkan dua kapal RI Macan Kumbang dan RI Harimau berhasil bermanuver dan saat ini Komodor Yos Sudarso menyampaikan pesan tempurnya melalui radio telepon yakni, Korbankan Semangat Pertempuran.

Ditempat yang sama Komandan Pangkalan Angkatan Laut Simeulue Letkol Mar Idha Mohammad Basri,SE menyampaikan amanat Kasal. "Upacara yang dilaksanakan setiap tahun merupakan bentuk penghormatan dan mengenangperistiwa heroik yang terjadi dilaut Aru 56 tahun silam yang lalu, dimana telag gugur para kesuma bangsa yang telah mempertahankan wilayah kedaulatan Negera Kesatuan Republik Indonesia.

"Di Laut Aru tepatnya tanggal 15 Januari 1962 dimana Komodor Yos Sudarso sebagai Senior Officer Present Afloat (SOPA) on Board di RI Matjan Tutul yang tertembak kapal perang Belanda telah menorehkan tinta emas dalam sejarah nasional perjuangan bangsa Indonesia, maka Pimpinan TNI Angkatan Laut menetapkan tanggal 15 Januari sebagai Hari Dharma Samudera," lanjutnya.

Para Kesuma Bangsa yang gugur di Laut Aru telah memberikan tauladan sejati kepada kita yakni sikap ksatria dan rela berkorban, mereka membuktikan bangsa Indonesia dalam menghadapi musuh dan tidak gentar dalam upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta sikap ksatria dan rela berkorban merupakan cermin dari kedisiplin, hierarki dan kehormatan militer yang selaluterjaga meskipun dalam keadaan kritis sekalipun.

Oleh karenanya, generasi penerus bangsa dan Prajurit Matra Laut Pengawal Samudera sikap ksatria dan suri teladan yang ditunjukkan oleh pendahulu harus diwarisi dengan sepenuh hati.

Melalui upacara peringatan Hari Dharma Samudera ini diharapkan penghormatan dan penghargaan kita atas semua jasa dan pengorbanan para pahlawan samudera dapat terpelihara serta disamping itu hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk membangkitkankemabli tekad dan semangat agar tetap tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Konstelasi Geografis iIndonesia yang terdiri dari dua pertiga wilayah lautan akan mengundang pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan laut demi kepentingannya.

Bagi Bangsa Indonesia laut selain nfaat ekonomi juga merupakan mandala utama pertahanan Indonesia, oleh sebab itu pertahanan laut yang sangat kuat merupakan suatu kebutuhan yang tidak diragukan lagi karena tanpa pertahanan laut yang kuat maka pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab akan mengambil keuntungan diwilayah perairan kita.

Terkait hal tersebut, salah satu kunci keberhasilan dimasa yang lalu dapat kita jadikan sebagai pedoman adalah sikap kebersamaan, senasib, seperjuangan, integritas tinggi, kerja keras, kerja cerdas, tanpa pamrih, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau kelompok.

"Oleh Karena itu, melalui Peringati Hari Dharma Samudera, saya menekankan kepada kita semua untuk mengaktulisasikan nilai-nilai kejuangan, patriotisme dan kepahlawanan serta nilai-nilai ketaladanan yang telah diwariskan oleh pendahulu kita sebagai kontribusi positif dan karya nyata dari segenap Prajurit Matra Laut dalam pengabdian kepada negara dan bangsa serta demi terwujudnya TNI Angkatan Laut yang handal, disegani dan berkelas dunia," terang Danlanal Simeulue menyampaikan Amanat Kasal dihadapan peserta upacara Hari Dharma Samudera.

Dalam Upacara Hari Dharma Samudera dihadiri oleh Asisten I Setdakab Simeulue Sarman Jayadi, SH, Ketua DPRK Simeulue Murniyati, SE, Danlanal Simeulue Letkol Mar Idha Mohammad Basri, SE, Kapolres Simeulue AKBP Ayi Satria Yuddha S.I.K, Pasi Ter Kodim 0115 Simeulue Kapten Inf Harry S, Kajari Simeulue diwakili Ade, SH, Kepala Pengadilan Kabupaten Simeulue Zainuddin, SH serta Peserta upacara terdiri dari unsur Forkompimda Simeulue, Perwira Polres Simeulue, Perwira Kodim 0115 Simeulue, Perwira Lanal Simeulue dan Saka Bahari Binaan Lanal Simeulue. [Monanda Phermana]
KOMENTAR