Ketua BEM FH Unimal: Jangan Menghambat Pengesahan APBA Karena Dana Aspirasi


author photo

19 Jan 2018 - 07:53 WIB


NET ATJEH, LHOKSEUMAWE --- Tarik ulur pengesahan APBA menjadi perhatian semua kalangan, bahkan dalam beberapa minggu terakhir intens pemberitaan terkait permasalahan APBA sehingga muncul berbagai persepsi negatif terhadap pemerintahan Aceh.

Ketua BEM Fakultas Hukum Unimal Razjis Fadli mengatakan bingung dengan keadaan pemerintahan Aceh saat ini. Menurut dia, pengesahan APBA terkesan banyak drama dan saling mengkambing hitamkan satu sama lain.

"Seharusnya dewan mengerti apa yang menjadi program prioritas untuk kesejahteraan Aceh, jangan menghambat proses pengesahan anggaran hanya gara gara dana aspirasi tidak masuk kedalam rencana anggaran," katanya, Kamis 18 Januari 2018 dalam releasenya.

Ia juga menyampaikan, dewan jangan terlalu mempermasalahkan tentang dana aspirasi yang tidak masuk rencana anggaran. 

Karena tahun ini adalah tahun pesta politik, jadi ia menduga dewan memperjuangkan dana aspirasi hanya untuk memuluskan jalan para dewan incumbent untuk maju pada periode selanjutnya.

Ia juga bingung mengapa setiap tahun masalah APBA ini selalu menuai polemik, ia mempertanyakan apa masalah kronis sehingga setiap tahunnya terjadi tarik ulur dalam pengesahan APBA.

"Apa sih sulitnya mengesahkan anggaran itu ? Bek gadoeh pikee proyek keu droe (jangan asik pikir proyek untuk diri sendiri)," sindirnya.

Ia juga meminta pihak eksekutif untuk jangan main kucing-kucingan dalam masalah ini, ia menilai sikap gubernur terlalu provokatif terhadap isu APBA.

"Gubernur kita pun seperti anak-anak, terlalu provokatif, katanya ada yang bermain, gertak lembaga A, gertak lembaga B, kalau memang gubernur berani bongkar ya bongkar saja, ngapain asik nulis status di medsos," katanya geram.

Jika memang DPRA tidak sanggup 
lagi memikirkan pengesahan anggaran maka langsung di pergub kan saja.

"Rakyat jangan dibuat jenuh. Rugi saja slogan Aceh Teuga, Aceh Carong, ternyata pemerintahan Aceh leumoh (lemah) dan bangai (bodoh)," tutupnya. (r)

KOMENTAR