Komisi B DPRK PiJay Akan Bentuk Pansus Penggelap Beras Bantuan oleh BPBD


author photo

25 Jan 2018 - 08:11 WIB


Nasruddin Ismail
NET ATJEH, PIDIE JAYA --- Penggelapan Beras Bantuan Gempa 4,5 ton yang diduga dilakoni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya dikecam anggota dewan Politisi PPP Pidie Jaya, Rabu 24 Januari 2018.

Anggota DPRK Pijay yang juga Wakil Ketua Komisi B sangat geram dan berang atas sikap pegawai pada BPBD Pijay yang berani memperjualbelikan bantuan untuk Rakyat miskin. 

"Kejadian terjadi kemarin menunjukan belum ada itikat baik dari Pemerintah Daerah khususnya BPBD pijay dalam membantu korban Gempa dan juga korban bencana lainnya," ungkap Nazaruddin Ismail.

"Kami dari Komisi B Insya ALLAH akan melaksanakan Monitoring dan pansus terhadap kejadian ini dan bahkan akan melakukan pengecekan untuk semua gudang logistic bahan pangan di Pijay yang menyangkut dengan Bantuan untuk masyarakat miskin dan korban Gempa," tegasnya.

"Sebenarnya hal ini sudah lama kita dengar dari laporan masyarakat bahwa ada oknum di BPBD PIjay yang menggelapkan barang bantuan untuk korban Gempa, termasuk juga kejadian 3 bulan yg lalu ada mie instant atau telur ayam yg dibuang Karena sudah lama mengendap dalam Gedung," lanjutnya.

Namun, tambahnya, hal ini belum berani kita ungkapkan karena belum ada bukti yang real dan hari ini ALLAH sudah menunjukan bukti yang nyata terhadap kelakuan busuk dari oknum BPBD.  

"Kita berharap Pemerintah Daerah jangan main main dengan hal semacam ini,  apalagi berhubungan dengan bantuan masyarakat miskin.  Janganlah kita mencari nari diatas penderitaan para korban Gempa dan masyarakat miskin," pungkasnya.

Politisi PPP ini juga sangat mengharapkan penegak hukum  untuk bertindak tegas dan mencari sumber atau dalang yang bermain dgn bantuan masyarakat miskin,  apalagi terhadap bantuan korban Gempa. (kh)
KOMENTAR