Sumur Bor Ditinggal Kontraktor, Warga Ujong Tunong Keluhkan Kekurangan Air


author photo

18 Jan 2018 - 21:23 WIB


Kondisi sumur bor saat ditinggal kontraktor
NET ATJEH,  ACEH TIMUR --- Akibat Sumur bor tidak berfungi, warga Desa Ujong Tunong, Kecamatan Julok, Aceh Timur keluhkan kekurangan sumber air untuk bercocok tanam sawah mereka. 

Menurut Asnawi (38) warga Dusun Seumatip, hampir 30 hektar areal sawah dikawasan Gampong Ujong Tunong, Kecamatan Julok, Aceh Timur mengalami kekeringan hampir setiap tahunnya. 

Bahkan, kata Asnawi, sumur bor yang sudah buat oleh pemerintah tidak berfungsi, masyarakat dibeberapa sekitarnya terpaksa hanya bisa bercocok taman setahun sekali.

"Pemerintah sengaja membangun sumur bor itu untuk masyarakat agar bisa turun kesawah setahun Dua kali, tapi kontraktornya seakan tidak peduli dan meninggalkan proyeknya yang akhir masyarakat yang menderita," kata Asnawi, Kamis 18 Januari 2018. 

Lanjut Asnawi, proyek pembangunan sumur bor yang diduga berasal dari dana APBA pemerintah Aceh itu dikerjakan asal jadi oleh kontraktornya, bahkan pemegang proyek itu meninggalkan proyek yang sangat dibutuhkan masyarakat itu walaupun dalam kondisi belum rampung dikerjakan.

"Pertama waktu dibor airnya melimpah ruah, tapi begitu dipasang mesin air sudah tidak keluar lagi, ujung-ujungnya kontraktor meninggalkan proyek yang diduga belum siap dikerjakan, akhirnya masyarakat juga yang sengsara," sambungnya. 

Dirinya berharap Dinas Pengairan Provinsi Aceh agar segera turun langsung untuk meninjau proyek sumur bor yang diduga tidak siap dikerjakan oleh kontraktornya. 

Jika terus dibiarkan, sambung Asnawi, dirinya khawatir masyarakat dibeberapa Gampong dikawasan itu terus akan sengsara karena hana bisa bercocok taman setahun sekali.

"Kita ketahui bahwa petani sawah adalah mata pencaharian utama masyarakat Aceh, begitu juga dengan masyarakat Julok, sehingga kami berharap agar Dinas Pengairan Provinsi Aceh untuk turun langsung ke lapangan untuk meninjau proyek sumur bor yang diduga belum siap dikerjakan oleh kontraktornya. Jika ini terus dibiarkan berarti pemerintah Aceh sama dengan ikut bekerja sama mensengsarakan rakyat," pungkasnya. (Basri)

KOMENTAR