Terkait Proyek PLTA Tampur II SP Jernih, Ini Permintaan Pemkab Aceh Timur


author photo

25 Jan 2018 - 21:21 WIB


NET ATJEH,  ACEH TIMUR --- Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui forum diskusi, komitmen mendukung proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Tampur II, yang berlokasi di Desa Tampur, kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, yang dilaksankan oleh PT Karmizu Tampur Hydro asal Negara Cina, Kamis 25 Januari 2018.

Bupati Aceh Timur H. Hasballah SH. Bin HM. Thaib melalui Asinten II Sekdekab Aceh Timur Usman Arahman, dalam forum diskusi itu menyampaikan selaku pemerintah pihaknya sangat mendukung proyek PLTA Tampur II, dengan tidak mengenyampingkan hak masyarakat maupun mahluk hidup yang terkena dampak dari megaproyek tersebut.

Proyek PLTA Tampur II  tentu pembangunan ini berpengaruh, baik aspek lingkungan, dampak positif memang sangat besar begitu juga dampak  negatif. Menurut  informasi proyek PLTA ini hampir memakai lahan sekitar 4000 hektar untuk pembangunannya.

Hampir semua  area yang digunakan adalah area  kawasan Ekosistem Loser (KEL)  masalah lingkungan, satwa yang ada didalamnya akan terancam habitatnya, seperti gajah, orang hutan harimau dan lainnya, ini perlu penyelesaian, jangan sampai mereka terusik dan menjadi komplik dengan manusia, jelas Usman

Sambung Usman, kemudian masalah sosial, penduduk disana benar benar harus menjadi perhatian perioritas, jangan nanti penduduk disana menjadi penonton, walau tadi di katakan proyek ini akan menampung tenaga kerja hampir 2000 orang, baik skill maupun non skill, jangan setelah  berdiri masyarakat disana tidak dapat berkerja.

Jangan sampai setelah prusahaan ini dibuka masyarakat lokal yang punya skill, tidak dapat bekerja dengan dalih bermacam macam, perekrutan tenaga kerja harus terstruktur mulai dari  Desa, Kecamatan hingga Provinsi, berkerjaa sama dengan Disnaker, seluruh asfek ini perlu mendapat perhatian dan apa yang di rencanakan berjalan dengan lancar,"  Tegas Usman Arahman dalam diskusi di Royal hotel Idi, Kamis pagi yang dihadiri oleh perwakilan dinas terkait perwakilan  Polisi, TNI, dan pihak PT Kamirzu.

Sementara itu Dedi Setiadi Senior Project Manager PT Kamirzu, kepada www.netatjeh.info menjelaskan, proyek PLTA Tampur II ini sudah mendapat ijin perinsip dari  Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Timur dan selanjutnya masuk dalam tahapan penyelidikan.

"Kita baru melaksanakan penyelidikan atau Psibilitystady itu mencakup  penyelidikan geoligi tahap awal, potograpi tahap awal, dan hidrology tahap awal, ini masih dalam exsplorasi tahap awal, belum ada kegiatan fisik dilokasi. Penelitiaan selanjutnya berdasarkan permohonan izin dulu, karena beberapa ijin harus dipenuhi baru kita melanjutkan penyelidikan lebih lanjut," pungkas Dedi Setiadi.(Basri)
KOMENTAR