Kanwil Kemenag Aceh Gelar Rakor Lintas Sektoral Bidang Pendidikan Agama Islam


author photo

27 Feb 2018 - 16:46 WIB



ATJEH NET, BANDA ACEH --- Kanwil Kemenag Aceh menggelar pertemuan rapat koordinasi lintas sektoral bidang pendidikan agama islam, yang berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Senin Malam (26 Februari 2018). 

Gubernur Aceh dalam sambutannya, yang dibaca langsung oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama, Drs Abdul Karim M Si menyampaikan, pendidikan merupakan modal utama bagi generasi penerus bangsa dalam menggapai cita - cita dan pengetahuan yang mereka peroleh hari ini adalah ilmu untuk pijakan mereka dalam setiap pengambilan keputusan di masa depan.

"Pemerintah Aceh sangat menyambut baik serta apresiatif terhadap pertemuan rapat koordinasi ini, semoga kerjasama dan bisa terus kita tingkatkan demi terwujudkan pendidikan yang terbaik bagi generasi masa depan Aceh terutama," ungkapnya.

Abdul Karim juga menyatakan, dalam rancangan RPJM Aceh 2017 - 2022 khususnya, Pemerintah Aceh bertekad untuk memajukan pendidikan Aceh antaranya melalui program Aceh Meuadab dan Aceh Carong yang merupakan bagian dari 15 program unggulan Pemerintah Aceh.

Masih lanjutnya, Aceh Meuadab menekankan upaya mengembalikan khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai - nilai keislaman dalam penguatan pendidikan yang berbasis nilai - nilai moral dalam setiap tingkatan pendidikan.

Sementara Aceh Carong, fokus kepada upaya mewujudkan Anak Aceh Cerdas (CarĂ²ng) yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional melalui pendidikan yang berkualitas.

"Mari secara bersama - sama kita diskusikan berbagai langkah strategis untuk penguatan pendidikan di Aceh, jangan segan - segan untuk menyampaikan pikiran maupun menuangkan gagasan pada pertemuan ini sehingga nantinya akan dihasilkan rumusan penting yang dapat kita tindaklanjuti bersama," jelasnya.

Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendis Kemenag RI, Dr Imam Syafi'i M Pd mengatakan, membangun pondasi itu dimulai dari pendidikan agama islam sebagaimana langkah tugasnya kita bersama bersama guru agama dapat mencetak akhlak bangsa terus kita perkuat pendidikan agama islam di Aceh.

"Saya melihat pendidikan agama islam secara umum, siswanya beragam kemudian dapat pelajaran agama terbatas sehingga tugas kita bersama terus membangun, mampu merawat dan memantapkan keberagamaan," katanya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh menambahkan, Pendidikan Islam harus menjadi prioritas kuat dimana penentuan jam pendidikan agama minimal 6 jam selama ini sudah berjalan dapat terus kita garapkan bersama. (Ulan) 
KOMENTAR