Ini Pembicaraan Senator Aceh dengan Wapres JK terkait Habib Bugak


author photo

21 Mar 2018 - 10:21 WIB



JAKARTA --- Keinginan pemerintah pusat untuk mengelola dan berinvestasi di tanah waqaf baitul asyi di Mekah telah meresahkan rakyat Aceh, ungkap Senator Aceh Fachrul Razi pada Wapres Jusuf Kala dalam pertemuan khusus, Selasa 20 Maret 2018.

Fachrul Razi menolak tindakan tersebut karena bertentangan dengan Undang Undang Pemerintah Aceh (UUPA) dan surat wasiat waqaf Habib Bugak. 

Fachrul Razi meminta adanya perhatian khusus pemerintah pusat melalui Wapres kepada kondisi keluarga keturunan Habib Bugak di Aceh yang hidup sangat memprihatinkan secara ekonomi di Aceh.

Selain itu, wakil ketua komite I DPD RI meminta pengakuan hukum dan kompensasi ekonomi kepada pihak keluarga. 

"Bahkan Makam Habib Bugak di Aceh kurang terurus serta sangat memprihatinkan. Ini tidak sesuai dengan jasa almarhum Habib Bugak," jelas Fachrul Razi kepada Jusuf Kala.

Fachrul Razi sebagaimana mengutip perkataan Wakil Presiden Jusuf Kala mengatakan ide investasi di tanah waqaf Baitul Asyi masih berupa wacana saja, karena pemerintah punya 100 Triliun dana haji yang hanya bisa di investasikan pemerintah pusat di Saudi Arabia. 

Jusuf kala mengakui bahwa pemerintah pusat juga tidak mudah dapat mengelola Baitul Asyi tersebut karena merupakan tanah wakaf. (*) 
KOMENTAR