Ketua MeUpat : Kontraktor Berkepala LSM Bek Gadoh Fitnah Gob Tip Uroe


author photo

13 Mar 2018 - 08:57 WIB


Musliadi Ketua LSM MeUpat
NET ATJEH, ACEH TIMUR --- LSM Masyarakat Peduli Aceh Timur (MeUpat) menyesalkan statemen salah satu LSM yang diduga hanya bisa memfitnah tanpa ada bukti dan saksi yang konkrit, seharusnya sebagai LSM yang bersangkutan mengetahui kode etik LSM sebagai lembaga pengontrol sosial, Selasa 13 Maret 2018.

Hal itu diungkapkan Musliadi, Ketua LSM MeUpat Aceh Timur tekait adanya pemberitaan yang diduga sengaja direkayasa oleh seorang Direktur LSM berisial AM.

"Setau saya dia (salah satu oknum direktur LSM) mau nyalonkan diri, entah DPRK atau nyalon Keuchiek, makanya dia cari simpati, yang lucunya dia mencari popularitas dengan cara memfitnah orang lain, kalau mau nyalon, ya nyalon aja, tapi jangan fitnah orang lah bro, ini bukan masanya lagi" ungkap Musliadi kepada Media ini.

Menurut Musliadi, dirinya tahu betul kedok LSM yang berinisial AM itu karena menurut informasi yang berhasil dihimpun olehnya, oknum Direktur LSM itu adalah seorang kontraktor berkepala LSM, tujuannya agar polisi dan jaksa tidak memantau kegiatan Mark Up dalam proyek yang dikerjakannya.

"Saya tahu betul sosok AM itu, dia kan kontraktor yang bermuka LSM, padahal dia pemain pupuk di Lhokseumawe, jangan-jangan pupuk yang ia pasok itu Illegal lagi, lagi pula proyek pupuk dia dapat setelah usainya sipil bersenjata yang diskenario olehnya, dan dia juga pernah sering pegang proyek jalan dan jembatan di daerah termasuk Lhoknibong dan Julok, tapi di kepalanya bertulisan LSM sedangkan di ekornya ternyata kontraktor yang hanya mencari untung,  tujuannya agar dia itu tidak diganggu oleh Jaksa dan Polisi, alah hai apa" Sambung Musliadi.

Selaku sama-sama LSM, kata Musliadi, dia mengingatkan LSM itu agar tidak menebar fitnah, dan bersikap baik kepada orang lain agar nanti yang bersangkutan bisa nyalonkan diri setidaknya menjadi salah satu Keuchiek di Aceh Timur. Lagi pula sudah skanario yang dibuat LSM AM itu sudah banyak mati orang.

"Jangan tebarkan fitnah ya broo, masyarakat sudah sangat pintar sekarang setidaknya rakyat melihat dengan mata hati untuk siapa sosok yang membangun Aceh Timur dan siapa sosok yang hanya bisa menebar fitnah, jadi saran saya menyoe hana buet jak u mesjid keudeh meuibadah, bek gadoeh fitnah goep tip uroe," katanya lagi.

Musliadi berharap, dengan sejarah terbongkarnya kedok LSM AM itu ketika munculnya sipil bersenjata beberapa waktu dulu di Aceh Timur yang akibatnya hingga merenggut puluhan nyawa manusia demi kepentingan dan pamoritas LSM tersebut, dirinya meminta agar masyarakat tidak memberikan peluang kepada orang-orang yang hanya mampu membuat kekacauan dan menganggu keamanan serta kamtibmas di Aceh Timur, padahal di belakang layar hanya demi kepentingan, hastrat, dan nafsu oknum-oknum LSM tertentu. (Basri)
KOMENTAR