Mahasiswa IAI Al Aziziyah Samalanga Dukung Hukum Qisas dan Potong Tangan


author photo

23 Mar 2018 - 16:02 WIB


BIRIEUN --- Mahasiswa Institute Agama Islam Al-aziziyah fakultas   Dakwah mendukung penerapan hukuman qisas bagi terpidana kasus pembunuhan dan juga penerapan potong tangan terhadap para koruptor.

"Sudah seharusnya penerapan syariat Islam yang dilakukan di bumi serambi mekah diterapkan dengan sebenar-benarnya, kaerna Penerapan hukum syari'at Islam di Aceh dibolehkan dan sudah dilindungi," jelas mahasiswa Al Aziziyah yang juga ketua SPMA Al-Aziziyah.

Menurutnya, ini sesuai dengan undang- undang keistimewaan dan kekhususan aceh dalam UU 11 tahun 2006.

Menurut Nanda Nurkhalis, sudah saatnya kita berbenah, untuk mendukung penerapan hukum qisas dan potong tangan yang dilakukan oleh Pemerintah atas tindakan koruptor yang kian hari makin merugikan masyarakat. 

"Ketika hukum Islam diterapkan secara kaffah di bumi aceh. maka jangan pernah ragu akan keberkahan yang allah turunkan di bumi aceh tercinta," tambahnya.

"Saya tentu sangat setuju jika penerapan hukum qisas dan potong tangan  benar-benar diterapkan,
tapi dengan catatan, semua elemen agar selalu mengawal atas penerapan hukun terpidana tersebut. jangan sampai Hukum tumpul keatas dan tajam kebawah," pungkas (tengku muda bate ilik). 
KOMENTAR