Ners Rosdiana Isi Seminar pada HUT Yayasan Kemala Bhayangkari di Mapolda Aceh


author photo

15 Mar 2018 - 13:41 WIB


BANDA ACEH --- Kepala BNN Prov Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal AN, M.H yang diwakili oleh Ners. Rosdiana, SKM., S.Kep dalam rangka memperingati HUT Ke-38 Yayasan Kemala Bhayangkari mengadakan Seminar yang bertemakan "Bhayangkari Berperan Serta Membantu Remaja Hidup Sehat Tanpa Narkoba". 

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Serbaguna Mapolda Aceh, Kamis, 15 Maret 2018. Seminar tersebut dihadiri oleh Ibu-ibu Kemala Bhayangkari dari seluruh Aceh dan siswa/i sejumlah sekolah yang berada dibawah yayasan Kemala Bhayangkari.

Dalam seminar, Ners Rody memaparkan tentang dampak negatif Narkoba Bagi Perkembangan Generasi bangsa 
Beberapa hal yang perlu diketahui tentang narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif.

"Ketiganya berasal dari bahan yang berbeda dan memiliki dampak yang berbeda, ketiganya juga kerap menjadi perdagangan terselubung yang korbannya yang tidak lain anak-anak yang belum memiliki pengetahuan mengenai narkoba," ujar Ners.

Berawal dari menghisap rokok, anak dan remaja yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan mencoba sesuatu yang baru maka ia akan beralih pada zat lain yang akan memberikan sensasi dan kenikmatan yang lebih yaitu Narkoba, tambahnya.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat, maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut dapat membahayakan hidup bangsa ini di kemudian hari.

"Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh karena digrogoti narkoba zat-zat adiktif yang menghancurkan syaraf sehingga pemuda tersebut tidak dapat berfikir jernih, akibatnya generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan," lanjutnya.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, berbohong, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran.

Selain itu, menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, sering menguap, mengantuk, dan malas, tidak memperdulikan kesehatan dirinya dan suka mencuri.

Upaya pencegahan penyebaran narkoba di kalangan pelajar, tambahnya, sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama, dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. 

Lanjut Ners, Upaya-upaya yang dapat dilakukan mengadakan razia mendadak secara rutin. Pihak sekolah juga harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran transaksi narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.

"Kemudian faktor yang terpenting itu adalah orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang, dan memberikannya pendidikan moral dan keagamaan," jelasnya.

Diakhir paparannya Ners Rody menghimbau, mari bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkoba, sehingga harapan kita melahirkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terwujud dengan baik. (*)
KOMENTAR