Personel Lanud SIM Ikut Pengarahan Panglima TNI dan Kapolri


author photo

20 Apr 2018 - 08:48 WIB


BANDA ACEH --- Tidak lama berselang setelah tiba di Lanud Sultan Iskandar Muda pukul 11.30 WIB, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dan Kapolri Jenderal Pol Prof. Drs. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., beserta rombongan bergerak menuju di Hall Harapan Bangsa di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh untuk memberikan pengarahan kepada prajurit TNI dan Polri sewilayah Aceh.

Dengan iringan kendaraan kawal, kurang lebih 30 menit rombongan kendaraan tiba dimana Panglima TNI dan Kapolri disambut dengan nyanyian, yel-yel soliditas TNI Polri serta tepuk tangan meriah ribuan personel TNI Polri yang memadati Hall Harapan Bangsa, diantaranya personel Lanud Sultan Iskandar Muda. Kamis (19/4). 

Aura kebersamaan, ujar Panglima TNI sangat terasa ketika memasuki ruangan sebagai dasar soliditas di tubuh TNI Polri akan tetap terjaga. Apabila soliditas dan solidaritas terjaga maka cita-cita bangsa yaitu tetap tegaknya NKRI insya Allah terus terjaga, tegasnya. Kebersamaan itu lebih terasa ketika Panglima TNI dan Kapolri beserta pejabat lainnya duduk dan makan siang bersama prajurit TNI Polri tanpa ada sekat jarak membaur menikmati nasi kotak bersama-sama kemudian dilanjutkan sholat dhuzur berjamaah.

Saat pengarahan, Panglima TNI dan Kapolri sepakat dalam Pilkada serentak 2018 dan tahapan Pemilu 2019 untuk menjamin kelancaran, keamanan dan kesuksesan. Kita harus mampu melakukan dan mewujudkan pesta demokrasi yang aman, salah satu tugasnya berupa keamanan distribusi logistik, pengamanan saat masa kampanye, pelaksanaan dan penetapan hingga paska penetapan pemenang semua harus berjalan tertib dan aman, tegasnya.

Hal yang tidak kalah penting, lanjutnya, netralitas TNI Polri selama pesta demokrasi berlangsung karena politik TNI Polri adalah politik Negara. Bagi prajurit TNI hanya ada satu komando tegak lurus dari Panglima TNI. Demikian juga prajurit Polri, perintah hanya satu dari Kapolri langsung ke kesatuan yang berada dibawahnya. Ingat pedomani netralitas sebagai penjabaran dan pelaksanaan Sapta Marga serta Sumpah Prajurit. Tidak ada toleransi bagi prajurit yang melanggar akan ditindak tegas karena setiap tugas yang dilaksanakan merupakan ladang ibadah, kata Panglima TNI. 

Hal serupa ditekankan Kapolri bahwa TNI Polri harus menjadi suri tauladan, motivator perekat persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat yang bergerak dinamis sesuai perkembangan zaman. Fenomena globalisasi dan demokrasi merupakan bentuk perkembangan zaman yang harus dihadapi prajurit TNI Polri yang harus secara dinamis menyesuaikan diri agar survive dalam menjaga keutuhan NKRI. Tidak ada kata lain, TNI Polri harus solid dan bersinergi dalam menjawab tantangan tersebut,"tutupnya.(R)
KOMENTAR